KISAH MENUJU HIJRAH

     Ahmad, panggil saja namaku begitu,
Nama panggilan yang dari sejak kecil digunakan untuk memanggil saya. 24 tahun yg lalu aku lahir disebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk ramainya kota, hanya hamparan persawahan, , perkebunan dan gunung-gunung yang menjulang tinggi seakan jadi batas pandangan yg membentengi langit. Sejuknya udara di desaku bertambah sejuk dengan Air yang mengalir teratur disana-sini. Sungguh desa yang asri dengan warna dominan hijau dengan iringan nyanyian burung-burung setiap harinya.
Rindu, rasanya rindu suasana itu, suasana dimana bisa bercengkrama dengan sanak saudara, handai taulan dan sahabat-sahabatkecil dulu yang kini sudah terpisah jauh karena keadaan.
Ada yang merantaujauh ke kota untuk membantu perekonomian keluarga di desa, adapun yang sudah berkeluarga dan menetap di daerah keluarga barunya.
Aku dilahirkan dari sebuah keluarga sederhana yang notabeneadalah petani. Aku dibesarkan oleh Nenek ketika Ayah dan Ibuku memutuskan untuk bercerai karena adanya orang lain dikehidupan keluarga kami, pedih memang. Bagaimana tidak baru saja saya menginjakan kaki dikelas 1 SD dan adik perempuanku baru saja lahir beberapa bulan lalu mereka bercerai, sungguh awal kisah yg menyesakan dada. Aku ikut ayahku dan adik kecilku ikut sama ibu, walaupun saya ikut sama ayah namun waktu kecil entah kenapa saya lebih nyaman tinggal bersama nenek hinggasaya besar dan lulus SMA. Banyak hal yg membuat aku iri dari masa kecilku jika dibandingkan dengan orang lain, namun apa daya semuanya sudah Allah atur yang terbaik buat saya.
Setelah saya Lulus SMA sagapun memutuskan untuk pergi ke kota dengan harapan kecil untuk membahagiakan Ibu dan Ayah.
Ombang ambing, hiruk pikuk dikota sangat begitu beda, memberiku banyak pelajaran yang tak saya dapatkan di bangku sekolah. Hari demi hari, bulan demi bulan, hingga tahunpun cepat berlalu. Tak ada perubahan yg begitu signifikan dalam hidup saya namun tak apa, mungkin ini belum saatnya terwujud apa yg saya inginkan. Singkat cerita suatu hari ketika jam selsai kerja tiba, yg saya lakukan hanya diam diatas loteng yg dimana tempat itu dipakai untuk menjemur baju. Sambil menikmati suasana sore dg tiupan angin yg semilir sejuk meskipun tak sesejuk di desa saya. Namun saya begitu menikmatinya setelah lelahnya bekerja seharian . Namun ada yang tak biasa, sore itu aku lihat seorang gadis di sebelah rumah tempat saya bekerja sedang duduk manis sendiri sambil memandangi kearah saya, entah itu perasaan saya saja ataukah memang begitu adanya. Sayapun coba melirik dan memberanikan diri untuk melambaikan tangan dengan sedikit senyuman nakal. Sungguh tak disangka diapun membalas lambaian tanganku dengan senyum manis dan sedikit anggukan yg menandakan respon baiknya.
Sayapun coba memberikan isyarat telpon dg tangan karena tidak mungkin saya berteriak-teriak yang ada nanti saya dilempar sandal oleh tetangga dari bawah sana. Diapun memberikan nomor teleponnya dengan isyarat jari.
Dan wahnya lagi tak butuh waktu lama kenyamanan dan rasa itu menghampiri kita hingga akhirnya akuoun mengutarakan perasaanku padanya dan diapun membalas dengan perasaan yang sama . Begitu bahagia, setiap malam kita bertemu selepas dia pulang mengaji kita biasa bertemu di belakang sekolah yg kebetulan waktu itu belum dipasangi oagar dan sesikit redup cahayanya meskipun dekat dg jalan raya.
Entah setan apa yang membisiki kita untuk berbuat durhaka dan lupa sama Dosa. Begitu dan begitu hampir setiap kita bertemu di tiap malamnya, hingga berbulan bulan. Namun namanya hubungantak melulu mulus. Suatu ketika sedang ada acara di sekolahannya saya diminta datang untuk bertemudgnya, namun hari itu bukan hari yg saya inginkan, ketika kita duduk berdua tiba tiba dia ijin kebelakang dulu, saya tunggu lama namun tak kunjung datang juga . Akhirnya sayapun memutuskan untuk menyusulnya takut terjadi apa-apadg dia. Dan sialnya ketika aku hampiri dia sedang asik berpegangan dengan seorang lelaki yg entah siapa itu. Seketika pikirankupun tak karuan. Sayapun pergi dg berlari meninggaljan mereka namun sesampainya saya dirumah baru saja mau membuka pintu tiba-tibadia memanggil dan menjelaskan semuanya, namun percuma karena silelaki itupun mengakui bahwa ada hubungan spesial diantaramereka. Hancurrr seketika. Galau remaja pun saya alami ketika itu. Sudahlah skip aja cerita itu, tidak lama berselang sayapun menikah dg seorang perempuan yg berstatus (maaf) janda. Setelah melawati  liku-liku yg cukup rumit kamipun mendapat restu dan menikah. Namun tak berselang lama. Hanya sekitar 2,5 tahun saja rumah tangga kami bertahan. Rasanya tak kuasa jika harus terus-menerusdihianati. Saya enggan bercerita bagaimana saya dihianati karena itu terlalu pedih untuk saya tuangkan disini.
Dari sinilah saya mulai terjerumus kejurang kemaksiatan yg tak pernah saya bayangkan sebeluknya, mungkin disebabkan frustasi dan lain sebagainya yg menjadi pemicu kejurang kenistaan.
Apa yg saya lakukan setiap hari hanya bermaksiat seperti minum-minuman keras membohongi orang tua, menipu dan lain sebagainya. Astagfirullah. Inilah masa-masakelam saya dimana saya berani melawan org tua dg bentakan-bentakan kasar yg sungguh pasti akan membuat org tua sakit hati. Akibat minuman itulah perubahan drastis pada sikap dan emosional saya . Hingga padi hasil bertani merekapun sedikit demi sedikit berani saya jual tanpa sepengetahuan mereka. Ya Allah begitu hinanya saya diwaktu itu . Perkelahian sering kali jadi tujuan disaat ada hiburan . Entahlah.... aku hampir putus asa dg hidup aku bahkan banyak kufur dan beranggapan bahwa Allah tidak adil. Apa yg org lain rasakan dg keadaan org tua yg utuh dan kehidupan yg cemerlang justru tak saya dapatkan, membuat saya semakin menjadi kala itu. "Tuhaaaaan kenapa saya diciptakan jika untuk disengsarakan" itulah jeritan hati yg waktu itu selalu menjerumuskan saya.
Namun disitulah kasih sayang org tua begitu nyata terasa. Mereka tak henti mengingatkan supaya saya kembali kejalan yg benar, dan merekapun dg lembut dan kasih sayangnya merangkul untuk membimbing, namun tak juga membuat hati saya luluh. Hati yg sudah kebal dan begitu keras bagai membatu. Penat, jenuh ingin kembali seperti sebelumnya yg tak mengenal minum-minuman yg membuat otak lepas kendali hati menjadi .
Begitu dan begitu sampai kurang lebih 2 tahun lamanya, sampai suatu hari ada telepon dari kenalan saya dikota bahwa dia butuh pekerja untuk bekerja dengannya. Kebetulan sedikitnya sayapun ada pengalaman di bidang itu. Dan akhirnya sayapun tak menunggu lama karena di desa sudah jenuh dan penat telinga dg cemoohan orang disekitar, sayapun bergegas berangkat kekota. Sudah menjadi candu nampaknya dikotapun masih saja saya mengkonsumsi obat-obatandan minumminuman keras yg menyesatkan itu. Sampai suatu ketika ada seorang wanita yg saya kenali lewat facebook. Sebut saja Nitta namanya. Nama yg begitu cantik sesuai dg wajahnya yg saya lihat di profil facebooknya. Dari sinilah titik terang mulai muncul. Kita selalu kontek lewat facebook, Bbm dan lain sebagainya, sering dia mengingatkan untuk beribadah saya iakan meski sebenarnya saya tidak melakukannya saat itu sering saya bohong jika saya sudah shalat dan ibadah yg lainnya.. dosa lagi dosa lagi. Entah kenapa sebabnya kok semakin hari semakin nyaman dg perhatiannya meskipun hanya lewat pesan singkat media sosial, sayapun penasadan apakah dia juga merasakan hal yang sama?...... saya beranikan diri untuk menanyakan hal itu dan ternyata apa yg saya rasakan sama dg yg dia rasakan. Waktu terus berlalu waktuitu dia sedang berkunjung ke rumah ua nya di jakarta. Diapun menyuruh saya untuk menemuinya disana. Lah kok kenapaharus disana?? Saya katakan dalam hati mungkin ini tantangan. Dg keyakinan dan haraoan baik sayapun berangkat menemuinya kejakarta ternyata ini gadis yg selama ini perhatian lewat pesan media sosial itu, cantik, menarik, meskipun tubuhnya sedikit mungil namun imut. Kita saling mengutarakan isi hati masing-masingdan akhirnya kitapun setuju untuk menjalin suatu hubungan spesial diantara kita. Selang waktu berganti kita jalani semakin hari semakin kuat perasaan ini sampai-sampaiterbawa dalam mimpi. Berjalan beberapa bulan hubungan kitapun mulai lemah ketika dia katakan sesuatu tentang kejunuran yg sebenarnya dia sembunyikan selama ini. Ya Allah apa lagi ini?? pikir saya.
Diapun berkata sejunurnya bahwa sebenarnya dia sudah di jodohkan dg yg lain meskioun dia tak mau namun pria yg dijodohkan dgnya adalah pria pilihan ibunya. Sesak rasanya. Kenapa begitu bertubi-tubi kesakitan ini ....
Akupun mengalah demi kebaikan dia. Namun hati ini tak dapat dibohongi sampai sering saya menyendirj dan tertutup dg umum. Sejak saat itu saya mencari ketenangan hati dg mencoba pergi kemesjid dan melakukan shalat malam, entah apa niat shalat itu namun saya meniatkan untuk bercerita kepada Allah. "Ya Allah jika memang dia jodohku kembalikanlah ia seceoatnya padaku, dan jika dia bukan jodohku beri aku kekuatan u,tuk menjalani ini dan bantu aku untuk melupakan dia".
Dan inilah tanda pertama jawaban dari do'aku keesokan harinya dia menghubungiku kembali dg tangisan bahwa dia rindu kepadaku. Akuoun merasakan hal yang sama namun tak begitu aku tanggapi karena percuma ini akan menambah kesakitanku.
Tanda kedua doaku dijawab-Nya keesokan harinya dia kembali menghubungiku jika dia telah tidak lagi dg pria yg dijodohkan ibunya itu. Dia berani menentang keinginan ibunya hanya untuk aku kembali.
"Ya Allah ternyata Engkau mendengar dan mengabulkan pintaku" sejak saat itupun saya merasakan perubahan yg makin membaik pada hati dan diri saya. Ketika dekat dan hanya mencurahkan semuanya pada Allah, maka Allah pun dekatan pertolongannya padaku. Akhirnya org tuanyapun setuju meski dg proses yg teramat sulit. Disini saya rasakan bahwa memang Allah itu dekat jika kitapun mendekat. Sejak saatvitu tak pernah lagi ku tinggalkan solat 5 waktu dan memperdalam ilmu agama meskioun lewat internet . Terimakasih Ya Allah engkau telah memberikanku hidayah yg begitu nyata dan luar biasa saya rasakan.
Hingga akhirnya Do'a itupun terkabul kamipun menikah . Dan berbahagia.
Nitta, dialah sosok bidadari yg Allah turunkan untukku kembali kejalan yg benar dan membuatku sadar jika tak ada makhluk yg diciptakandg sia-sia.
Maafkan hamba-Mu ini yang dulu berprasangka buruk terhadap-Mu.



-END-

BANDUNG 4 MARET 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIDADARI DALAM DO'A

sajak sunda saaya aya

PEJUANG SUBUH ( MEMBASUH PENYAKIT HATI)