PEJUANG SUBUH ( MEMBASUH PENYAKIT HATI)
Asalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
"Asholatukhairumminannaum"... suara parau seorang muadzin tua berkumandang di
mesjid subuh itu seperti biasa membangunkanku , mata yg seakan enggan untuk terbuka dan tubuh yg seakan enggan untuk bangkit dari kasur yg empuk.
mesjid subuh itu seperti biasa membangunkanku , mata yg seakan enggan untuk terbuka dan tubuh yg seakan enggan untuk bangkit dari kasur yg empuk.
Seraya bisikan-bisikan setan yang mulai menggodaku sejak ku terjaga dari tidurku,
"Tidur aja lagi entar sholatnya sebentar lagi"
Bisikan yg menyesatkan itu menyuruhku untuk kembali tidur namun seketika aku tepis bisikan-bisikan yang sekiranya akan menghambatku untuk melakukan shalat subuh ini, dengan bersegera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi hendak berwudhu. Ketika ku putar keran airpun keluar dan setan itupun masih saja membisikiku "lihat pasti airnya dingin"
Tak ku hiraukan bisikan semacan itu , lalu aku berwudhu dg khusu sperti biasanya.
Selepas berwudhu ku kenakan pakaian rapi dan wangi hendak menuju mesjid untuk melaksanakan shalatSubuh berjamaah, tak berhenti disitu bisikan setan masih saja mengikutiku sampai ke depean pintu, "diluar dingin di mesjid solatnya pasti lama" begitulah bisikan-bisikan yang hendak melalaikanku untuk menunaikan subuhku.
Dan hatipun terus menepis dg bisikan yg lebih lembut " lebih baik dingin ketika menuju mesjid daripada merasakan murkanya Allah SWT di dalam neraka nanti"
Teguhlah hati, dan kakipun melangkah ringan menuju mesjid.
Saya mengalami hal seperti itu setiap kali hendak melaksanakan shalat subuh,
Dan betapa nikmatnya jika sudah melaksanakannya. Adakah yg kalian tau nikmat yg saya rasakan??
Bukan berbentuk benda, bukan berbentuk materi, melainkan ketenangan hati ketentraman jiwa.
Dinginnya air whudu subuh seketika menyejukan hati yang panas meluluhkan hati yang keras membatu, memberikan ketenangan yg luar biasa.
Ketika orang lain masih terlelap dibalik selimutnya, saya sudah segar bugar mengawali hari dg menjumpai sang Maha Pemilik ,
Takan ada yg saya khawatirkan di setiap hari nya, karena setiap awal hari saya menjumpai pemilik semua hari, pemilik semua waktu, dan pemilik semesta ini, begitupun di tengah hari, di sore hari di waktu menjelang malam, diwaktu malmpun, tak ada kehawatiran apapun jika setiap waktunya kita menemui Pemilik kita.
-Wassalm-

Komentar
Posting Komentar